Penyimpangan Proyek Pembangunan Gedung RSJ Tampan

Kejati Bantah Keterangan Wadir RSJ Tampan

Minggu, 07 Oktober 2018 - 15:08 WIB   [227 Klik]

PEKANBARU—Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau membantah terkait pemberitaan di salah satu media online yang mengatakan tengah melakukan pengusutan terhadap dugaan penyimpangan proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan tahun 2017 lalu.

‘’Tidak ada pemeriksaan saksi atau pengusutan terhadap dugaan korupsi itu,’’ ucap Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan SH MH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Ahad (7/10).

Lebih lanjut dikatakan mantan Kasi Datun Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru ini, pihaknya pun telah mengkonfirmasikan langsung kepada Kasi Penyidikan Kejati Riau, Azrijal SH.

‘’Barusan saya konfirmasi langsung kepada Kasidik terkait pemberitaan di media online itu. Tidak ada pemeriksaan saksi maupun pengusutan dugaan korupsi itu,’’ katanya.

Terhadap pernyataan Wakil Direktur (Wadir) Bidang Umum dan Keuangan RSJ Tampan, Yenita Rizal di media online itu yang mengatakan sejumlah pejabat RSJ Tampan telah memberikan keterangan kepada jaksa di bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, ditambahkan Muspidauan, tidak benar adanya. ‘’Ngawur tuh. Pidsus sudah menyampaikan tidak ada (pemeriksaan) itu,’’ tambahnya.

‘’Kalau datang ke sini (Kejati Riau) kan tidak mesti diperiksa. Bisa saja dalam agenda TP4D (Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah),’’ sambungnya.

Untuk diketahui, dalam pemberitaan media online di Pekanbaru, Wadir Bidang Umum dan Keuangan RSJ, Yenita Rizal, mengaku sejumlah pejabat di RSJ sudah memberikan keterangan kepada Bidang Pidsus Kejaksaan Tinggi Riau.

Adapun pejabat yang dimaksud, yakni seperti perencana, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan lain-lainnya, yang terkait pada pembangunan gedung RSJ tahun 2017.

Tidak sampai di situ, dalam keterangannya di media online itu, kedatangan pejabat RSJ Tampan ke Kejati Riau, terkait adanya laporan dugaan penyimpangan pada pembangunan gedung RSJ tersebut.

Di mana, pembangunan gedung RSJ itu seharusnya dibangun 3 lantai. Akan tetapi, hanya 2 lantai saja yang tuntas pengerjaannya.

‘’Memang dananya yang Rp38 miliar itu cuma cukup untuk pembangunan dua lantai tuntas, sementara lantai tiga hanya struktur. Hal ini juga mengingat waktu yang tidak mencukupi,’’ ujar Yenita Rizal dalam media online tersebut.

Dalam pemberitaan itu, dikatakan Yenita, proyek tersebut sudah dikerjakan sesuai dan tidak ada masalah. Jika ada persoalan lanjutnya, maka pihak Kejaksaan juga harus bertanggung jawab. Karena proyek tersebut diawasi Kejaksaan melalui TP4D.

‘’Kami sudah memberikan keterangan ke kejaksaan. Bagaimana kelanjutannya silahkan saja tanya ke kejaksaan,’’ katanya lagi.
Pada kesempatan tersebut, Yenita juga mengakui bahwa pihak Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Riau sebelumnya sudah melakukan audit. Pihaknya juga telah menindak lanjuti temuan tersebut serta rekomendasinya. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook