Mantan Kadishub Tersangka PJU

Senin, 10 September 2018 - 15:35 WIB   [143 Klik]

Mantan Kadishub Tersangka PJU

RR ditemani istri saat memasuki ruang Tipikor Sat Reskrim Polres Rohul.

ROHUL--Penyidik tindak pidana korupsi Polres Rokan Hulu (Rohul) menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Rohul berinisial RR sebagai tersangka. Ini terkait kasus dugaan penyelewengan pembiayaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Rohul.

Biaya yang dianggarkan dalam APBD Rohul tahun 2017 itu nilainya mencapai Rp600 juta lebih. Itu diperuntukan pembayaran PJU yang berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Rambah, Rambah Hilir, Kecamatan Ujung Batu dan Kecamatan Tandun. Namun, tidak diketahui keberadaannya.

Usai ditetapkan tersangka, RR yang juga merupakan mantan Kepala Satpol PP Rohul itu langsung menjalani pemeriksaan di Unit Tipikor Polres Rohul, Senin (10/9). Ia datang dengan menggunakan mobil pribadi dengan didampingi penasehat hukumnya Efesus Dewan Marlan Sinaga SH.

Selain didampingi penasehat hukum, RR yang mengenakan baju kaos warna hitam juga dikabarkan didampingi istrinya. Mereka datang sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga siang, ia masih berada di ruangan pemeriksaan.

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SIK membenarkan bahwa RR sudah resmi ditetapkan tersangka pasca gelar perkara dilakukan penyidik di Mapolda Riau beberapa waktu lalu.

“Yang bersangkutan (RR) sudah ditetapkan tersangka. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,’’ katanya.
Tak Ditahan

Terkait kasus ini, kata Kasat, RR tidak akan dilakukan penahanan. “Yang bersangkutan kan sudah kooperatif. Jadi kita tidak lakukan penahanan,’’ terangnya.

Harry mengaku tidak menutupkan kemungkinan ada tersangka lain. “Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Yang jelas kita sedang melakukan proses,’’ ungkap Harry.

Berdasarkan catatan kepolisian, dalam perkara ini sekitar Rp600 juta lebih uang negara yang dialokasikan dari APBD Rohul tahun 2017 lalu hilang. Seharusnya dibayarkan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pasir Pengaraian.

Namun, hingga kini tagihan ini belum dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Rohul melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Rohul.

Dalam pengadaan anggaran PJU tahun 2017 di empat kecamatan dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar ini, sekitar Rp700 juta lebih sudah dibayarkan Pemkab Rohul melalui Dishub Rohul. Sedangkan kekurangannya sekitar Rp600 juta lebih, hilang.

Kasus ini mencuat berawal dari laporan masyarakat. Hingga penghujung tahun 2017 lalu, Rp600 juta lebih tunggakan biaya PJU belum dibayarkan ke PLN Pasir Pengaraian.

Belum dibayarkan tagihan PJU di Rohul ini juga dibenarkan oleh Menejer PLN Pasir Pengaraian, David Sibarani. Menurutnya, masih ada sekitar Rp600 juta lebih tagihan PJU di Rohul yang belum dibayarkan.

“Tagihan itu betul. Kabar yang kami dapat akan dibayarkan setelah ada pencairan dana di tahun 2018 ini. Dan kita sifatnya menunggu saja,’’ kata David, beberapa waktu lalu.

Diakui David, terkait adanya dugaan penyelewengan uang negara yang seharusnya diperuntukkan pembayaran tagihan PJU di beberapa kecamatan di Rohul ini dalam penyelidikan Polres Rohul. Ia tidak mau berkomentar banyak. Pasalnya hal itu di luar kapasitasnya.

“Kalau itu saya tidak tahu. Yang jelas tagihan itu ada dan kabarnya akan dibayar tahun ini (2017 lalu),’’ ungkap David. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook