Diduga Serobot 5.605 Hektare Lahan Ulayat

Ratusan Warga Blokir Pintu Masuk PT RSS

Jumat, 07 September 2018 - 16:18 WIB   [193 Klik]

PELALAWAN--Ratusan warga Desa Muara Sako, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langam, Kabupaten Pelalawan menggelar aksi di PT Rimbun Sawit Sejahtera (RSS) Desa Buluh Nipis, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Kamis (6/9) lalu. Lantaran kesal tak ditemui, mereka memblokir pintu masuk.

Massa yang menggelar unjuk rasa di pintu masuk PT RSS menuntut pihak perusahaan mengosongkan lahan ulayat Batin Muara Sako. Luasnya lebih kurang 5.605 hektare. Mereka menilai ini adalah penyerobotan.

‘’Kami minta kembalikan tanah ulayat Batin Muaro Sako, karena hasil Putusan PN Pelalawa Nomor 23/Pdt.G/2017/PN Pelalawan tangggal 30 Juli 2018, yang diwakili oleh Perbatinan HM Yunus selaku penggugat dinyatakan menang di PN Pelalawan dan mengabulkan gugatan penggugat,’’ ujar perwakilan massa saat menggelar orasi.

Meski sudah ada putusan pengadilan, pihak perusahaan masih menduduki lahan ulayat Batin Muaro Sako yang diperuntukkan anak kemanakan Muaro Sako. Sehingga warga meminta pihak perusahaan tidak boleh melakukan aktivitas di lahan yang masih menjadi sengketa atau status quo.

‘’Selain kami minta lahan ulayat di kembalikan, perusahaan harus membayar fee lahan yang telah digarap jadi perkebunan sawit,’’ lanjutnya.

Warga yang demo mendapat pengawalan ketat dari petugas gabungan Polsek Langgam yang dipimpin Kapolsek Ipda Hendro R Panjaitan SH, bersama anggota Polsek Bandar Sekijang dan Polres Pelalawan. Termasuk personel Polsek Siak Hulu.

Tak hanya pria, emak-emak juga ikut unjuk rasa. Bahkan mereka membawa spanduk dan lainnya. Mereka melarang kendaraan perusahaan melintas di sana.

Saat dilakukan dilakukan mediasi, pihak perusahaan bersedia menerima perwakilan masyarakat. Namun perusahaan yang diwakili Dede J Sintong dan Idris selaku Humas PT RSS ditolak massa. Alasannya mereka tidak dapat mengambil putusan, termasuk mengosongkan area yang di sengketakan.

‘’Mediasi tersebut tidak berpihak kepada masyarakat. Jadi kemungkinan kita tetap bertahan untuk memblokir jalan perlintasan kendaraan operasional PT RSS tersebut. Sampai ada kepastikan lahan ulayat kapan dikembalikan. Selama ini tidak ada kompensasi yang diperikan perusahaan kepada masyarakat Desa Muara Sako,’’ pungas Datuk Azar Endang yang mewakili masyarakat. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook