Kejagung Belum Berikan Keterangan

Dugaan Korupsi Kredit Bank Mandiri

Selasa, 11 September 2018 - 16:03 WIB | dibaca : 40 pembaca

PEKANBARU—Penanganan kasus dugaan korupsi kredit dari Bank Mandiri ke Hotel Mimosa yang berada di Jalan Riau, yang sempat ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, telah diambil alih oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI).

Belum diketahui penanganannya sudah sejauh mana, apakah masih penyelidikan, naik ke penyidikan, atau dihentikan. Terkait penanganannya, Pekanbaru MX mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI M Rum, melalui telepon seluler.

Namun, tidak diangkat. Saat di SMS, M Rum pun belum membalasnya hingga saat ini. Dugaan korupsi ini, berdasarkan Informasi yang dihimpun, awalnya, pihak Hotel Mimosa mengajukan kredit ke Bank Mandiri sebesar Rp300 miliar.

Adapun agunannya yakni Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR). Atas hal tersebut, Bank Mandiri mencairkan dana sebesar Rp80 miliar.

Namun, belakangan diketahui, SKGR yang dijadikan agunan tersebut, bermasalah. Hal ini berdasarkan dari temuan Surat Keputusan Angunan Tanah (SKAT) yang diajukan. Sertifikat tanah itu diduga bodong.

SKGR bermasalah itu, diagunkan oleh Direktur PT Sinar Riau Gemilang, Endi, yang diduga sebagai pemilik Hotel Mimosa. Adapun kredit tersebut, diajukan pada 12 Januari 2018.

Untuk diketahui, dugaan korupsi tersebut, pertama kali dilaporkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Pekanbaru, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Kejati Riau pun pernah mengusutnya. Namun, dalam perjalanannya, dugaan korupsi tersebut diambil alih oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI). =MX10

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar