Terkait Korupsi Drainase Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru

Penyidik & BPKP Sepakat Ada Penyimpangan

Senin, 09 Juli 2018 - 15:18 WIB | dibaca : 112 pembaca

PEKANBARU—Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru diketahui telah melakukan ekspose bersama BPKP Perwakilan Provinsi Riau. Ekspose itu sendiri, terkait penanganan perkara dugaan korupsi pembangunan drainase Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.

Adapun kesimpulan awalnya, Penyidik bersama BPKP Perwakilan Riau sepakat bahwa proyek yang dikerjakan tahun 2016 silam itu, terdapat penyimpangan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Senin (9/7).

Dijelaskannya, adapun ekspose yang dilakukan, merupakan salah satu tahapan untuk proses permintaan audit penghitung kerugian negara (PKN) dalam proyek tersebut.

‘’Tadi, tim (Penyidik) telah ekspos ke BPKP. Kesimpulan awalnya, mereka (BPKP) sepakat itu (pembangunan proyek drainase Soekarno Hatta) ada penyimpangan,’’ jelasnya.

Menanggapi permintaan Penyidik itu, dilanjutkan pria yang akrab disapa Fuad ini, BPKP Perwakilan Provinsi Riau akan segera membentuk tim.

Tim tersebut nantinya yang bertugas untuk melakukan audit PKN terhadap proyek tersebut.
‘’Selanjutnya mereka akan menunjuk tim untuk melakukan audit PKN,’’ lanjut Fuad.

Diterangkan Fuad, adanya hasil audit PKN itu, diperlukan untuk kelanjutan proses penyidikan yang kini tengah dikerjakan oleh Penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru. ‘’Salah satu unsur yang harus dipenuhi di dalam perkara korupsi adalah adanya unsur kerugian negara,’’ terangnya.

Sebelumnya dalam proses penyidikan ini, selain memeriksa saksi fakta, Penyidik juga telah menurunkan ahli untuk mengecek fisik proyek pada akhir Juni 2018 lalu.

Proses cek fisik tersebut dilakukan tim ahli dibantu tenaga dan alat-alat dari Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru.

Proses pengecekan fisik itu diketahui dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan teknis. Dari cek fisik tersebut akan diketahui apakah pekerjaan proyek telah sesuai dengan spesifikasi teknis atau tidak.

Hasil itulah nantinya yang akan dijadikan salah satu alat bukti dalam proses penyidikan perkara tersebut. ‘’Hasilnya sudah ada, dan itu juga telah dipaparkan di BPKP,’’ tutur mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Batam itu.

Pengusutan perkara itu telah dilakukan sejak Maret 2018 lalu. Sejak itu, Kejari Pekanbaru melalui bidang Pidsus mulai mengusut perkara itu dengan memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

Hasilnya, Korps Adhyaksa Pekanbaru meyakini adanya peristiwa pidana dalam proyek tersebut hingga akhirnya meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan berdasarkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditandatangani Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Suripto Irianto pada pertengahan Mei 2018.

Adapun proyek yang disidik itu, yakni pembangunan drainase Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A (Simpang Jalan Riau-Simpang SKA). Proyek ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau pada tahun 2016 lalu.

Diduga, proyek itu dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Untuk menguatkan sangkaan, satu persatu telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Sejumlah barang bukti juga telah disita penyidik. Dalam perkara itu, dugaan penyimpangan sudah ada sejak proses tender dilakukan. Sejumlah pihak diduga melakukan pengaturan lelang untuk memenangkan salah satu perusahaan dalam kegiatan tersebut.

Dalam pengaturan itu, terdapat uang pelicin sebesar Rp100 juta. Uang tersebut disita dari Kelompok kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Riau. Mereka mengembalikan uang tersebut pada Selasa (5/6), setelah perkara ini disidik penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru.

Uang itu diketahui untuk mengkondisikan lelang kegiatan proyek tahun 2016 lalu hingga akhirnya memenangkan suatu perusahaan. Uang itu diterima Pokja dari seseorang berinisial NI. Dari pemeriksaan, pihak Pokja mengakui telah menerima uang tersebut. =MX10

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar