Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru

Penyidik Agendakan Pemeriksaan Pemberi dan Penerima Uang

Jumat, 08 Juni 2018 - 15:19 WIB | dibaca : 244 pembaca

PEKANBARU—Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mencium ada praktik suap dalam lelang kegiatan proyek pembangunan drainase di Jalan Soekarno Hatta. Indikasi itu makin kuat dengan adanya pengembalian uang Rp100 juta dari pihak kelompok kerja di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Riau.

Terhadap dugaan suap tersebut, penyidik Pidsus akan segera menentukan langkah berikutnya. Hal ini dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru Ahmad Fuady SH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX. ”Kalau dari sisi yuridis, ini suap. Tindak lanjutnya seperti apa, nanti kita pelajari lagi,” terangnya.

Penyidik, sebut Fuad, masih terus bekerja untuk mengumpulkan alat bukti dalam perkara ini. Termasuk mengagendakan pemeriksaan seseorang berinisial NI dan pihak Pokja. “Sudah diagendakan (pemeriksaan). Penyidik masih terus bekerja,” tuturnya. “Dalam minggu ini ahli akan turun,” sambungnya.

Untuk diketahui, praktik ilegal dalam dugaan korupsi ini terjadi saat proses tender, dengan melakukan pengaturan lelang untuk memenangkan salah satu perusahaan dalam kegiatan tahun 2016 lalu itu. Dalam pengaturan itu, terdapat uang pelicin sebesar Rp100 juta.

Uang tersebut telah diserahkan pihak Pokja ke penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru. Mereka mengembalikan uang tersebut setelah perkara ini disidik.

Pengusutan dugaan penyimpangan proyek dilakukan sejak Maret 2018 lalu. Sejak itu, Kejari Pekanbaru melalui bidang Pidana Khusus (Pidsus) mulai mengusut perkara itu dengan memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

Hasilnya, Korps Adhyaksa Pekanbaru meyakini adanya peristiwa pidana dalam proyek tersebut hingga akhirnya meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan berdasarkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditandatangani Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Suripto Irianto pada pertengahan Mei 2018.

Adapun proyek yang dimaksud pembangunan drainase Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A (Simpang Jalan Riau-Simpang SKA).

Proyek ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau pada tahun 2016 lalu. Diduga, proyek itu dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. =MX10

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar