Dugaan Korupsi Pembangunan Drainase Jalan Soekarno Hatta

Kejari Terima Uang Kondisikan Lelang Dari Pokja Rp100 Juta

Selasa, 05 Juni 2018 - 14:21 WIB | dibaca : 193 pembaca

PEKANBARU —Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menerima pengembalian uang yang diketahui untuk mengkondisikan lelang proyek pembangunan drainase Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru.

Adapun jumlahnya sebesar Rp100 juta. Uang ini, dikembalikan oleh Kelompok Kerja (Pokja) proyek tersebut. Hal ini dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH dalam keterangan persnya, Selasa (5/6).

‘’Uang kita terima dari Pokja sebesar Rp100 juta. Mereka (Pokja) tadi menyerahkan uang tersebut, sekitar pukul 09.30 WIB,’’ ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, uang Rp100 juta tersebut, diserahkan oleh Ni kepada Pokja, untuk mengurus atau mengkondisikan paket kegiatan yang saat ini sedang diusut oleh Kejari Pekanbaru. ‘’Ya untuk mengkondisikan lelang proyek agar dimenangkan (perusahaannya),’’ tutur Kasi Intelijen.

Terkait dengan Ni, Kejari Pekanbaru belum mau membeberkan identitasnya. Ni pun oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, belum pernah diperiksa untuk dimintai keterangannya.

‘’Nantilah itu (identitasnya). Tunggu kita periksa dulu dia (Ni). Sudah kita agendakan (pemeriksaan terhadap Ni). Jadi sabar dulu,’’ terangnya.

Diterangkannya, dalam perkara ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 15 orang. ‘’15 orang (saksi) sudah kita periksa,’’ terangnya.

Dalam waktu dekat, ditambahkannya, pihaknya bersama ahli akan turun ke lapangan untuk mengecek fisik drainase tersebut. ‘’Dalam waktu dekat penyidik bersama ahli akan turun kelapangan. Hasilnya nanti kita sampaikan,’’ tambahnya.

Untuk diketahui, pengusutan dugaan penyimpangan proyek Drainase tersebut dilakukan sejak Maret 2018 lalu. Sejak itu, Kejari Pekanbaru melalui bidang Pidsus mulai mengusut perkara itu dengan memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

Hasilnya, penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru meyakini adanya peristiwa pidana dalam proyek tersebut hingga akhirnya meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan berdasarkan berdasarkan terbitnya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada pertengahan bulan Mei ini.

Adapun proyek yang disidik itu, yakni pembangunan drainase Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A (Simpang Jalan Riau-Simpang SKA). Proyek ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau pada tahun 2016 lalu. Diduga, proyek itu dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Dari penelusuran di website :www.lpse.riau.go.id, proyek itu memiliki kode 6873039, dengan nama paket : Pembangunan Drainase Jl Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A (Simpang Jalan Riau-Simpang SKA).

Pengerjaan proyek bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2016, dengan nilai pagu paket Rp14.314.000.000. Proyek itu dimenangkan PT Sabarjaya Karyatama dengan nilai penawaran Rp11.450.609.000, menyisihkan 193 perusahaan lainnya. =MX10

=
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Tulis Komentar